Sandi, Benteng Pengamanan Data

2 03 2011

Belum lama ini beredar informasi tentang pencurian laptop delegasi Indonesia di sebuah hotel saat berkunjung ke Seoul, Korea Selatan. Hal ini membuat saya cukup tergelitik, bagaimana bisa sebuah laptop yang di dalamnya mungkin ada data-data rahasia bisa dicuri meskipun pada akhirnya laptop tersebut sudah kembali ditemukan. Spekulasi yang muncul adalah si pencuri merupakan agen yang diperintah untuk mencuri informasi rahasia yang terdapat di laptop yang kemudian men-copy data-data yang ada pada laptop itu kedalam storage. Nah celakanya, jika spekulasi itu benar maka data-data yang dicuri tersebut dapat memberi efek buruk yang bisa merugikan Indonesia di kemudian hari, terlebih jika data-data tersebut tidak ada pengamanannya sehingga dapat dengan mudah dibuka dan dibaca.

Belajar dari pengalaman tersebut di atas, maka pengamanan data mutlak diperlukan terutama terhadap data-data yang dinilai memiliki tingkat kerahasiaan tinggi. Nah, salah satu alternatif selain penggunaan password saat booting adalah enkripsi atau menyandi file yang kita anggap rahasia (confidential) sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian data. Sekiranya data bisa dicuri maka akan sangat sulit untuk terbuka karena si pencuri harus melakukan proses deskripsi atau membuka file yang tersandi tadi.

Read the rest of this entry »

Advertisements




Bangga Meski ‘tak Juara

30 12 2010

Persis seperti Belanda yang gagal menjuarai world cup 2010 yang lalu saat impian menjadi juara dikandaskan oleh Spanyol di final, padahal selama babak penyisihan Belanda tidak pernah terkalahkan. Kegagalan Timnas di ajang AFF 2010 untuk menjadi juara memang teramat tragis, sama dengan Belanda. Kemenangan demi kemenangan di babak penyisihan hingga semi final begitu mengagumkan, namun sayang disayang sayap Garuda patah di tangan kesebelasan ‘Laser Hijau’ Malaysia di babak final.

Meski tidak menjadi juara, saya tetap bangga kepada Timnas sudah memperlihatkan permainan sepakbola yang indah di lihat mata, agresif dan total dalam bermain, terlebih kepada pemain ke-12 alias para supporter Timnas  yang menunjukkan bahwa kita bisa bersatu, dari tukang semir sepatu hingga orang nomor satu dinegeri ini, semua memberikan semangat untuk para pemain walaupun hasilnya tak seindah impian.

You could be happy next time, we could grow up together, Viva Indonesia !!





Refleksi Diri Dalam Mihrab Cinta

29 12 2010

Menjadi orang baik terkadang menjadi tidak dianggap baik oleh orang yang hatinya  tidak baik meskipun secara tampilan terkesan ia orang baik-baik.

Hal itu tercermin dalam film Dalam Mihrab Cinta (DMC) yang disutradarai Habiburrahman El Shirazy, seorang penulis novel Islami yang hampir setiap novelnya diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Dalam film DMC, Burhan (Boy Hamzah) seorang santri di salah satu Pondok Pesantren di Pekalongan berteman dengan santri baru bernama Syamsul Hadi (Dude Harlino), namun Burhan ternyata menaruh dengki terhadap Syamsul dan akhirnya Syamsul di Fitnah telah mengambil dompet di kamarnya Burhan padahal Burhan-lah yang menyuruh Syamsul untuk mengambil dompet tersebut. Setelah Syamsul tertangkap basah mengambil dompet Burhan hingga dipukuli sampai babak belur dan Syamsul telah bersumpah bahwa dirinya hanya disuruh Burhan untuk mengambil dompetnya tetapi Burhan justru tidak mengakui bahwa dirinya telah menyuruh Syamsul hingga akhirnya Syamsul diusir dari Ponpes tersebut.

Meskipun Burhan seorang santri dan terlihat orang baik-baik ternyata dia telah sukses melakukan fitnah yang menyebabkan orang lain terluka bahkan hingga keluarga dan masyarakat memusuhi orang yang difitnahnya.

Akhirnya Syamsul berjuang sendiri untuk tetap menjadi orang baik meskipun orang-orang disekitarnya telah men-cap dirinya seorang yang tidak baik. Tidak mudah menjadi orang baik karena hawa nafsu untuk melakukan kejahatan juga menyelinap dalam ruang hatinya, hal itu karena didorong oleh keterpaksaan yang pada akhirnya Syamsul pun mencuri demi menghidupi dirinya setelah pergi dari rumah orangtuanya. Hingga suatu saat ia tersadar apa yang telah dilakukannya salah dan kemudian bertaubat utnuk tidak melakukan kesalahannya sekalipun terpaksa.

Begitulah cara setan menjerat manusia dengan bisikan-bisikan hawa nafsu untuk melakukan hal-hal yang tidak baik yang dilarang agama (karena pada dasarnya setan juga akan tetap melakukan ekspansi kejahatannya kepada orang baik sekalipun).

Read the rest of this entry »





Belajar Menjadi Ayah

15 06 2010

Menjadi seorang ayah, itu impian saya dan hampir setiap lelaki khususnya bagi yang telah melangsungkan pernikahan. Kebahagiaan yang tiada tara tentu menyelimuti seluruh relung jiwa tatkala hadirnya si buah hati yang bakal menghiasi hari-hari. Lebih dari itu, ada harapan yang menyemburat dengan kehadiran si buah hati, yaitu adanya generasi penerus yang dapat melanjutkan tongkat estafet perjalanan panjang kehidupan sang ayah baik ketika masih hidup maupun ketika sudah tiada. Paling tidak, ketika sang ayah sudah tiada ada yang mendo’akannya seperti yang tertulis dalam hadits Nabi SAW berikut : Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : Apabila seseorang diantara kamu wafat maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang selalu mendo’akannya.(HR. Muslim)

Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah yang harus dijaga. Utamanya harus memiliki iman sehingga ia mampu survive di tengah-tengah lingkungan dan zaman, memiliki kecerdasan sehingga ia tidak bodoh dan di bodohi, memiliki hati nurani sehingga ia mampu ber-empati dan bermanfaat di kehidupannya.

Seperti yang terdapat pada buku Robert T. Kiyosaki yang berjudul ‘Rich Dad, Poor Dad’, seorang ayah memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap pribadi, mental dan pola pikir anak. Seorang ayah yang mendidik anaknya untuk malas maka kelak tidak akan mendapatkan hasil (kekayaan), sebaliknya jika anak telah dididik untuk berusaha, mandiri dan bekerja keras maka anak tersebut akan merasakan dan menikmati hasilnya kelak. Jadi, memang peran ayah sangat berarti bagi pembentukan karakter anak.

Read the rest of this entry »





Apapun kondisinya, menulislah…

15 05 2010

Wah sudah lama banget saya meninggalkan blog ini dan jarang ditengokin, maklum deh hampir seminggu saya sakit dan selebihnya karena memang kesibukan pekerjaan yang menguras waktu hingga tidak sempat untuk update postingan. Tapi sebenarnya ada lagi faktor yang lebih mempengaruhi saya untuk ga ngeblog hampir sebulan, yaitu faktor mood. Lagi-lagi faktor ‘M’ tersebut membuat blog saya stak. Loh, jadi yang saya sebutkan di atas tadi hanya justifikasi aja toh, hee..  whatever but tetep writing is my hobbies jadi saya ga mungkin berhenti untuk ngeblog :-). Tapi untunglah selama saya tinggal cuti ngeblog, masih ada yang mau mampir dan meninggalkan jejak komentar, terima kasih buat yang sudah sudi mampir di blog yang sederhana ini.

Dan suatu ketika, saat saya jalan-jalan ke toko buku saya menemukan sebuah buku yang saya lupa judulnya tetapi saya ingat sebagian kata yang membuat saya termotivasi kembali untuk ngeblog, kira-kira begini bunyinya :

Thinking about writing

or talking about writing

or worrying about writing

is not writing

Kata-kata tersebut benar-benar menjadi cambuk buat saya untuk menulis. Jadi, yang penting ga perlu kita memikirkan apa yang akan kita tulis atau sekedar membicarakan tentang tulisan yang akan kita buat bahkan hingga takut dan ragu untuk menulis karena semua itu akan membuat kita tidak akan menulis. Jadi, apapun kondisi kita menulislah untuk sekedar berbagi, berbagi ilmu dan nilai-nilai positif sehingga kita menjadi manusia yang memiliki manfaat buat makhluk-Nya di muka bumi ini… 🙂





Outing Persandian 2010

26 03 2010

Dalam rangka memperingati HUT Persandian RI yang ke-64, kantor saya mengadakan outing di area Pantai Karnaval Ancol tanggal 25 Maret 2010 yang lalu dari pagi hingga siang hari. Acara didahulukan dengan senam pagi bersama yang kemudian melakukan jalan santai mengelilingi jalanan di sekitar lokasi acara. Disela-sela jalan santai panitia memberikan kupon doorprize yang akan diundi setelah acara jalan santai, tetapi sayang setelah dilakukan pengundian saya tidak dapat apa-apa padahal panitia telah menyiapkan hadiah doorprize berupa sepeda, televisi, kulkas, hingga netbook. Sayang disayang saya tidak mendapatkan satu pun hadiah yang disediakan panitia…. 🙂

Akhirnya jalan santai pun selesai, dilanjutkan dengan istirahat sambil menikmati makanan yang disediakan panitia dengan diiringi live music dari grup Band lokal. Setelah istirahat sejenak acara inti pun dimulai diawali sambutan dari Kepala Lembaga Sandi Negara dilanjutkan dengan pembagian hadiah pertandingan olahraga yang telah dilaksanakan sebelumnya, pembagian hadiah doorprize, dan hiburan hingga pada akhirnya acara ditutup sekitar pukul 12.30 WIB.

Untuk melihat hasil dokumentasi saya pada acara outing silakan klik disini.





Mencari rumah baru

26 03 2010

Pengumuman-Pengumuman
Siapa yang mau bantu
Tolong aku kasihani aku
Tolong carikan diriku sebuah rumah baru
Siapa yang tau…

Kira-kira beberapa bait lirik grup musik Wali di atas menggambarkan keadaan saya saat ini yang sangat merindukan untuk mempunyai rumah baru atau rumah sendiri, karena sudah 2 tahun saya menjadi kontraktor, sedih amat ya…. 🙂 Namun, untuk membeli rumah baru di era saat ini susah-susah gampang, jika mau yang murah dan terjangkau untuk kalangan seperti saya, lokasinya cukup jauh dari jalan protokol, pasar, rumah sakit, dan kantor kelurahan, intinya lokasi yang didapat tidak strategis. Tetapi sekiranya ingin yang strategis atau dekat dengan pusat kebutuhan hidup seperti di atas ditambah lagi akses transportasi yang mudah, maka harganya melambung tinggi. Sebenarnya banyak yang sudah saya survey tapi apa boleh buat semuanya belum ada yang cocok dengan selera maupun kantong. Benar kata orang tua mencari rumah seperti mencari jodoh hee.. 🙂

Ibu-ibu bapak-bapak teman-teman
Siapa yang punya informasi bilang aku
aku yang tengah malu
Sama teman-temanku
karena cuma diriku yang tak punya rumah baruPengumuman-Pengumuman
Siapa yang mau bantu
Tolong aku kasihani aku
Tolong carikan diriku sebuah rumah baru
Siapa yang tau…