Mendapat Hadiah Buku dari Sang Penulis

12 08 2014

bayu gawtamaBayu Gawtama dan Buku

Bayu Gawtama atau biasa disapa dengan panggilan Mas ‘Gaw’ merupakan seorang penulis buku sekaligus seorang aktivis sosial. Ya, begitulah yang saya ketahui dari sosok Mas Gaw. Pertama kali saya kenal Mas Gaw adalah saat saya membeli sebuah buku dengan judul ‘Berhenti Sejenak’ yang isinya sungguh memberikan insiprasi dalam hidup saya tentang bagaimana menyikapi hidup dan menjalani kehidupan.

Sayang, buku itu sekarang sudah berpindah tangan ke teman sekolah saya. Saya meminjamkan buku tersebut namun sampai detik ini buku itu ‘tak kunjung datang kembali padahal saya ingin membacanya lagi. Saya pun mengikhlaskan buku itu berpindah tangan, semoga nilai-nilai kebaikan dalam buku itu juga turut berpindah tangan kepada yang lainnya.

bayu_gawtamaSetelah waktu berjalan cukup lama saya kembali menemukan sebuah buku karya Mas Gaw yang judulnya ’11 Amanah Lelaki’ di toko buku. Woww… buku itu juga membuat saya terperangah. Banyak nilai-nilai kebaikan yang membuat mata saya terbuka lebar untuk belajar menjadi pribadi yang sabar, ikhlas dan selalu berbuat kebaikan kepada siapapun, di manapun dan kapanpun.

Belum lama ini saya bertanya-tanya dalam hati, “kapan ya Mas Gaw bikin dan terbitin buku lagi ?”. Ternyata tidak lama Mas Gaw di akun Facebooknya announcing akan terbit buku terbarunya. Saya coba SKSD ke Mas Gaw dengan chat via Facebook. Mas Gaw sangat responsif saat chatting dengan saya hingga akhirnya saya katanya ingin dikirimkan buku terbarunya tersebut. Tapi, dalam hati saya berguman “ah.. bercanda nih Mas Gaw masa iya mau kirimin buku ke saya”.

Mimpi yang terbeli

Hingga akhirnya saya tiba di kantor pagi tadi mendapat kiriman sebuah paket dengan sampul cokelat, dan setelah saya lihat pengirimnya ternyata Bayu Gawtama. Nah lho..  jangan-jangan ini buku yang pernah dijanjikan ketika chatting di Facebook ? hee.. sotoy :-).

Ternyata benar, isinya adalah sebuah buku terbaru Karya Bayu Gawtama yang berjudul ‘Ya, Saya Bisa Merasakannya’. Mimpi saya seperti terbeli dengan kedatangan kiriman buku yang dijanjikan Mas Gaw. Buku ini juga seperti pengganti buku yang saya pinjamkan kepada teman saya yang tidak kembali, Allah menggantinya dengan sebuah buku dari Sang Penulis langsung diserti tanda tangan pula, Alhamdulillah…

Saya mengucapkan Alhamdulillah karena Allah yang mengatur segalanya sedemikian rupa hingga saya mendapatkan sebuah keajaiban. Untuk Mas Gaw saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga tinta yang tertuang, waktu yang tersita dan tenaga yang terkuras di balas dengan pahala yang berlipat ganda, serta tulisannya bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Ini dia penampakan bukunya..

sampul

cover

sign

content

*irm~120814

Advertisements




Gadget, Antara Kebutuhan dan Life Style

5 03 2013

ImageKehadiran gadget di era teknologi informasi saat ini sangat memberikan dampak signifikan bagi aktivitas manusia. Meski memiliki penafsiran yang beragam, tapi menurut hemat saya gadget merupakan sebuah perangkat teknologi yang memiliki kegunaan khusus dengan kemampuan cerdas yang selalu terbarukan. Jadi, teknologi gadget selalu berkembang setiap saat, dan bahkan jika suatu perusahaan mengeluarkan produk gadget yang terbaru, orang-orang rela antre untuk mendapatkan produk gadget teranyar tersebut. Seperti perusahaan apple yang mengeluarkan produk iphone terbaru, maka banyak yang ingin mendapatkan produk terbaru itu di hari pertama peluncurannya hingga rela menginap di pinggir jalan bahkan ada juga yang membawa tenda gunung untuk tidur sehingga gadget terbaru bisa didapatkannya..  🙂

Gadget pun memiliki pesona tersendiri, teknologi gadget yang semakin canggih dapat membuat sesuatu lebih praktis, seperti jam tangan yang dapat melihat notifikasi dari hp melalui Bluetooth. Jadi, jika hp menerima sms maka dari jam tangan tersebut dapat diketahui sms yang masuk dan dapat dibaca. Lebih dari itu, gadget bahkan menjadi life style bagi sebagian orang. Saat ini kehadiran tablet sedang naik daun sehingga beramai-ramai orang membeli tablet mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.Tidak hanya berhenti sampai di situ, yang sudah punya tablet bahkan ternyata juga punya smartphone, dan smartphone yang dimiliki tidak hanya satu, ada Blackberry Dakota dan Samsung Galaxy SIII. Belum lagi untuk mendengarkan musiknya menggunakan ipod nano, dan untuk  urusan fotografi-nya memakai Canon EOS 5d Mark III. Bila sudah bosan semuanya tinggal diganti dengan gadget yang terbaru deh..

Ya, selain karena kebutuhan, penggunaan gadget juga sudah menjadi fashion atau life style. Maka dari itu, selain teknologi yang terdapat pada gadget, desain atau model juga sangat menentukan bagi konsumen gadget, karena antara kebutuhan dan life style sudah nyaris menjadi satu..





Modus Pencurian Motor di Jalanan dengan Hipnotis

4 03 2013

Kemaren sore dapat cerita dari seorang PRT di rumah kalau anak tetangga motornya diambil oleh seseorang yang tidak dikenal di jalan. Awalnya anak tersebut sedang mengendarai motor dan tiba-tiba katanya dia ditepuk oleh orang lain dari belakang, dikira temannya lantas ia berhenti. Ketika berhenti itulah orang yang tidak dikenal yang menepuk tadi bilang “saya pinjam dulu ya motornya..”, tanpa berpikir panjang sang anak langsung memberikan motornya. Tidak berapa lama si anak baru sadar kalau yang mengambil motornya orang lain yang tidak di kenal, dan ternyata ia terkena hipnotis.

Lokasi kejadiannya di sekitar Ganda Agung, Bekasi Timur. So.. waspadalah bagi yang sering mengendarai motor melalui jalur tersebut. Untuk menghindari kejadian serupa, ada beberapa tips sebagai berikut :

  1. Membaca doá terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan, minta perlindungan-Nya supaya terhindar dari gangguan di jalan;
  2. Sibukkan pikiran dan jangan sampai pikiran kosong, karena umumnya saat pikiran kosong itulah terbuka pintu hipnotis sehingga mudah tersugesti dan dimanfaatkan orang lain;
  3. Bila ada orang yang tidak dikenal yang menepuk di jalan jangan langsung menengok, apalagi diajak bicara. Pada saat diajak bicara itulah sebenarnya fokus hipnotis sedang dilancarkan.;
  4. Sebisa mungkin jangan mengendarai motor sendirian jika melewati jalur yang dirasa rawan;
  5. Jika secara spontan kesadaran pikiran merasa terganggu, segeralah untuk berusaha membalikkan kesadaran pada kondisi normal kembali dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa saya sadar.

Semoga kita terhindar dari kejadian seperti di atas, gawat kan kalo tiba-tiba kita tidak sadar dan motor kita dibawa pergi orang yang tidak dikenal, apalagi motor cicilan.. 🙂





Selamat Jalan K.H. Zainuddin MZ

8 07 2011

Ketika mendapat informasi bahwa K.H. Zainuddin MZ meninggal dunia saya spontan terdiam seakan tidak percaya dengan kabar tersebut. Saya segera mencari kebenarannya melalui situs berita di internet dan ternyata benar, beliau meninggal karena sakit. Semakin berkurang saja ilmu agama di negeri ini, ya beliau merupakan salah satu da’i dengan kapasitas ilmu yang mumpuni. Bila beliau menyampaikan ceramahnya yang  datang bukan puluhan orang tetapi bisa mencapai ribuan orang.

Saya ingat ketika saya masih kecil beliau pernah memberikan ceramah di lapangan dekat rumah. Dengan gaya yang khas dan kata-kata penuh makna mengalir deras dari lisan beliau seolah menyihir semua orang yang menyaksikan ‘atraksi’ beliau di atas panggung. Sekali-kali beliau menyentil dan menasihati dengan kata-kata, kadang pula memberikan humor segar yang membuat semua orang tersenyum ceria, bethulll ???, memang begitu gaya beliau bahwa menyampaikan tausiyah tidak harus kaku tetapi dengan santun dan kata-kata yang mudah dicerna oleh orang awam sekalipun.

Semoga terlahir kembali manusia-manusia seperi K.H Zainuddin MZ yang mampu menyinari kegelapan dan menghibur hati-hati yang gulana. Selamat jalan Ustadz semoga amal ibadahmu diterima dan dirimu ditempatkan di syurgaNya. Amin





Derita Monyet Peminta-minta

15 06 2011

Semua tentu tahu kan topeng monyet yang sekarang banyak di pinggir-pinggir jalan untuk meminta-minta, sebenarnya monyet tersebut tidak butuh uang tetapi sang pawang yang memanfaatkan si monyet untuk beraksi berdiri dan menari-nari agar mendapat simpati sehingga orang yang ada di kendaraan  merasa terhibur dan memberikan sejumlah uang kepada si monyet. Tapi tahukah dibalik itu semua ada hal yg membuat orang harus berpikir kembali untuk memberikan uang kepada monyet tersebut.

Karena si monyet tidak mengerti uang atau mungkin mengerti tapi tidak mungkin dia jajanin uang diwarung untuk makan dia, melainkan uang yang kita kasih akan masuk kantong sang pawang, lalu si monyet dapat apa ? Monyet hanya menjadi korban yang mendapat perlakuan kasar dari sang pawang, bayangkan saja sebelum monyet tersebut beraksi terlebih dahulu monyet diajarin untuk meminta-minta tapi diajarinnya bukan dengan cara-cara yang manusiawi dan berperikebinatangan melainkan dengan cara-cara yang sangat sadis dan kejam. Agar bisa menuruti keinginan sang pawang monyet dihajar dan dipukul terlebih dahulu sampai monyet merasa ketakutan sehingga menuruti keinginan sang pawang dan akhirnya si monyet dengan terpaksa menjadi peminta-minta dijalanan meskipun itu bukan cita-citanya 🙂 Nah, kalau monyet tiba2 terlihat bermalas-malasan dalam menjalankan aksinya sang pawang tidak segan kembali menghajar monyet tersebut.

Saya melihat sendiri betapa kejamnya sang pawang memperlakukan monyet yang ada dipingir-pinggir jalan, mungkin sepertinya tampak biasa-biasa saja, namun tanpa banyak orang tahu monyet tersebut seperti maling yang ketahuan mencuri dihajar mukanya, ngeriii…

Sebaiknya berpikir kembali untuk memberikan rejeki halal kita kepada monyet yang tidak berdosa yang sebenarnya uang tersebut  akan masuk kantong sang pawang lebih baik uangnya buat sedekah kepada yang lebih membutuhkan.





Mempertuhankan Hawa Nafsu

20 01 2011

Hidup di akhir zaman seperti sekarang ini semakin terlihat saja keanehannya, hal-hal yang tidak biasa sudah dipandang lumrah bahkan telah menjadi kebiasaan (habit) bagi sebagian orang. Dosa menjadi suatu hal yang tidak lagi diperdulikan karena kesenangan dan kepuasanlah yang dipertuhankan. Naluri sebagai manusia sosial yang sangat menghargai sesama telah diacuhkan. “Masa bodo dengan pendapat dan penilaian orang yang penting gue have fun”, kilah manusia-manusia bodoh yang pikirannya terkerdilkan oleh akal busuk yang telah dirasuk setan-setan yang sudah berbentuk sama dengan keturunan Adam.

Pada akhirnya, dengan dalih mengikuti trend banyak wanita yang berjalan lenggak-lenggok sambil menghisap sebatang rokok dan hanya mengenakan pakaian kurang bahan untuk menutupi body-nya yang tampak seronok. Namun hal itu bukan menjadi sesuatu yang tabu justru menjadi penyejuk mata bagi laki-laki si hidung belang yang di dalam memori otaknya hanya tersimpan perbendaharaan kata yang tidak jauh dari sex, pornografi, dan pornoaksi. Laki-laki seperti itu kerap melakukan penetrasi untuk menyebarkan virus-virus yang ada di otaknya melalui berbagai media (terutama internet) agar semakin banyak lagi manusia-manusia lain yang sama seperti dirinya. Efeknya, perbuatan mesum merajalela dari anak-anak sekolah sampai pejabat pemerintah. Maka, menjadi sangat pas jika film yang digarap oleh Dedy Mizwar yang berjudul ‘Alangkah Lucunya Negeri ini’ menjadi ‘Alangkah Mesumnya Negeri ini’ 🙂

Read the rest of this entry »





Bangga Meski ‘tak Juara

30 12 2010

Persis seperti Belanda yang gagal menjuarai world cup 2010 yang lalu saat impian menjadi juara dikandaskan oleh Spanyol di final, padahal selama babak penyisihan Belanda tidak pernah terkalahkan. Kegagalan Timnas di ajang AFF 2010 untuk menjadi juara memang teramat tragis, sama dengan Belanda. Kemenangan demi kemenangan di babak penyisihan hingga semi final begitu mengagumkan, namun sayang disayang sayap Garuda patah di tangan kesebelasan ‘Laser Hijau’ Malaysia di babak final.

Meski tidak menjadi juara, saya tetap bangga kepada Timnas sudah memperlihatkan permainan sepakbola yang indah di lihat mata, agresif dan total dalam bermain, terlebih kepada pemain ke-12 alias para supporter Timnas  yang menunjukkan bahwa kita bisa bersatu, dari tukang semir sepatu hingga orang nomor satu dinegeri ini, semua memberikan semangat untuk para pemain walaupun hasilnya tak seindah impian.

You could be happy next time, we could grow up together, Viva Indonesia !!