The power of words

31 12 2008

managing-power-demandBanyak cara yang dilakukan orang untuk tetap berada dalam suhu semangat yang selalu berkobar. Salah satu lembaga training leadership and motivation selalu menerapkan ucapan “Selamat Pagi” dalam menyapa orang yang ditemuinya meskipun bertemu di saat siang atau malam hari. Ucapan ini dianggap memiliki ruh untuk tetap termotivasi layaknya kondisi tubuh di pagi hari yang segar, ceria dan bersemangat dalam menjalankan aktivitas. Ada pula yang menggunakan kata “Super” untuk menyapa dan menyebut seseorang. “Salam Super” atau “Anda yang Super” kiranya demikian ucapan sang motivator untuk memberikan ‘sesuatu’ yang berbeda untuk tujuan yang sama, yakni sama-sama agar orang tetap dalam motivasi yang tinggi kapan pun dan dalam kondisi apapun.

Namun ucapan atau kata-kata motivasi yang disampaikan untuk orang lain ternyata pengaruhnya hanya sedikit dibandingkan kata-kata motivasi yang kita ucapkan kepada diri kita sendiri. Menurut Raymond Birdwhistle di dalam buku Keajaiban Kata-Kata karya Yvonne Oswald mengatakan bahwa “kata-kata yang diucapkan kepada orang lain hanya mewakili 7% dari hasil komunikasi, sedangkan kata-kata yang diucapkan kepada diri sendiri menghasilkan 100% bagi hidup anda”. Jadi menurut hemat saya, untuk memotivasi diri sendiri adalah bukan berasal dari perkataan orang lain, melainkan perkataan yang lahir dari diri sendiri, meskipun perkataan orang lain pun dapat menjadi trigger bagi diri kita.

Untuk itu, bila kita sakit ucapkanlah perkataan pada diri kita bahwa ‘saya akan sembuh tidak lama lagi’, bila kita terpuruk ucapkanlah ‘saya yakin bisa bangkit dari keterpurukkan ini’, bila kita futur (lemah setelah sebelumnya giat) maka ucapkanlah ‘saya tidak boleh malas, saya harus bergerak’, serta kondisi-kondisi lainnya yang menjadikan diri kita 3L (lemah, lalai dan lambat) dalam menjalankan sesuatu. Dengan ini temperatur semangat hidup kita akan tetap stabil dan menjadikan diri kita lebih baik. Wallahu’alam. *irm


Actions

Information

2 responses

30 01 2010
The Power of Word | Komunitas Blogger Bekasi

[…] Untuk itu, bila kita sakit ucapkanlah perkataan pada diri kita bahwa ‘saya akan sembuh tidak lama lagi’, bila kita terpuruk ucapkanlah ‘saya yakin bisa bangkit dari keterpurukkan ini’, bila kita futur (lemah setelah sebelumnya giat) maka ucapkanlah ‘saya tidak boleh malas, saya harus bergerak’, serta kondisi-kondisi lainnya yang menjadikan diri kita 3L (lemah, lalai dan lambat) dalam menjalankan sesuatu. Dengan ini temperatur semangat hidup kita akan tetap stabil dan menjadikan diri kita lebih baik. *irm […]

10 07 2013
Sutan

sip..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: