Hewan Saja Tidak Korupsi

12 08 2008

Korupsi di negeri ini sudah merajalela mulai dari tingkat petinggi negara hingga ke akar rumputnya (grass root), parahnya lagi penyakit ini tengah menelan korban wakil rakyat yang berada di singgasana DPR, padahal merekalah yang membuat antibodi korupsinya sendiri, jadi mana mungkin mereka bisa terserang penyakit tersebut. Hmmm….. sungguh naif memang, tapi inilah kenyataannya.

Berikut ini saya sajikan sebuah narasi singkat dari dari buku “Pilar-Pilar Asasi” karya (Alm) K.H Rahmat Abdullah, seorang ulama agung yang fisiknya telah tiada namun buah pemikirannya masih membekas hingga saat ini :


Ketika anak-anak bangsa tak lagi mampu memahami sindir sampir, petatah-petitih atau kias metafor, maka kiamat bangsa itu sudah di ambang pintu. Tentu saja tidak dimaksud dengan kiamat kehancuran fisik, melainkan kiamat nilai-nilai mulia yang selama ini mereka hayati. Mereka telah hidup dalam dimensi-dimensi kebendaan yang pekat, dominan dan refleks. Al-Qur’an melancarkan seruan-seruannya, dengan sebagiannya berbentuk amsal (perumpamaan). “itulah amsal-amsal, Kami ajukan dan tiada akan memahaminya kecuali orang-orang yang alim” (QS. 29:43).

Kalau saja para koruptor itu punya kulit wajah yang cukup tipis dan urat yang cukup lembut untuk memahami sindiran halus, nicaya meraka akan malu merampok kekayaan bangsa. Akan tetapi sayang sejuta kali sayang, mereka telah sampai pada apa yang diungkapkan seorang da’i yang dianggap keras, muka tembok urat badak, sehingga tak cukup sensitif terhadap penderituaan rakyat.

Sindiran-sindiran itu sudah terlalu vulgar bila ditampilkam dalam bentuk orasi, demonstrasi, pembacaan puisi, lagu-lagu kritik sosial atau lakon-lakon. Renungan tentang alam yang santun dan dunia hewan yang tahu batas sudah seharusnya menjadi pelajaran berharga. Harimau dan singa yang dikenal buas, tak pernah menumpuk buruan untuk beberapa hari ke depan, apalagi untuk beberapa keturunan.

Semut yang dikenal rajin, terorganisir dan berdisiplin tinggi memang selalu mengumpulkan makanan untuk jangka waktu yang lebih panjang dari usia mereka. Tetapi itu dilakukan sebagai pemenuhan cadangan nasional, bukan kerakusan pribadi. Cukup dengan bercermin pada alam manusia dapat selamat, tetapi “Betapa banyaknya tanda-tanda Allah di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka tetap berpaling. Tiadalah kebanyakan mereka beriman, melainkan juga (dengan) melakukan kemusyrikan.” (QS. 12:1105-106)

Semoga dengan ini kita dapat mengambil pelajaran (ibrah) sehingga kita tidak melakukan perbuatan yang tidak dilakukan hewan sekalipun. Lantas sekiranya kita dan para koruptor itu melakukan perampasan atas hak orang banyak (korupsi) mau di sebut apa lagi jika hewan saja tidak melakukannya ???


Actions

Information

One response

18 08 2009
jai_kyu2001

selamat yaa sudah jadi abi…mohon doa segera menyusul…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: