03
Feb
10

Sang Pemburu cacing sungai

Di tengah hiruk pikuk kemewahan Kota Bekasi yang diselimuti mall-mall ternyata ada sebagian warga Kota Bekasi yag berprofesi sebagai pemburu cacing sungai (hee.. sebutan saya aja). Ini saya ketahui saat saya hunting foto untuk ikutan lomba foto yang diselenggarakan oleh komunitas Blogger Bekasi, ketika itu saya langsung interest dengan seseorang yang berada di sungai dengan menggunakan helm di kepalanya, sebelumnya saya tidak tahu apa yang dilakukan oleh orang tersebut, namun setelah ngobrol-ngobrol sambil beliau menjalankan aksinya ternyata baru diketahui bahwa ia sedang mencari cacing.

Pak Satim, biasa dia disapa, sang pemburu cacing sungai atau di kenal juga dengan sebutan cacing darah yang biasa digunakan sebagai pakan ikan hias tersebut ternyata sudah menjalankan profesinya selama 10 Tahun, wah ternyata sudah lama juga ya…

Sang pemburu cacing tersebut biasa menjalankan aksinya di Kali atau sungai Bekasi yang berada di Jalan Baru yang membatasi antara Perumahan Duren Jaya dengan Perumahan Irigasi, Bekasi Timur. Dengan hanya menggunakan jaring dan saringan yang menjadi senjata utama serta helm sebagai properti yang selalu ia gunakan sebagai pelindung dari teriknya matahari, sang pemburu cacing tersebut menjadi pemandangan unik di tengah Kota Bekasi.

26
Jan
10

Bekasi Cyber Park vs Baros Cyber Creative Center

Sebagai warga Bekasi kita semua pasti tahu Bekasi Cyber Park (BCP) yang lokasinya berada di samping Metropolitan Mall (MM), hanya di batasi kalimalang dan jalan protokol saja. Belum lama ini saya mampir ke sana untuk sekedar refreshing dan melihat-lihat seperti apa bagian dalam dari BCP setelah sekian lama tidak ke sana. Ternyata setelah bergerilya selama kurang lebih satu jam, saya dapat membuat kesimpulan sementara sesuai apa yang saya lihat saat itu bahwa BCP adalah pusat penjualan barang-barang elektronik khususnya komputer dan handphone, meskipun ada juga swalayan, tempat fitness dan food court yang melengkapi BCP.

Lalu apa hubungannya dengan judul di atas ya ?. Begini, pagi tadi saya baru dapat informasi melalui salah satu website forum terbesar di Indonesia yaitu www.kaskus.us. Pada salah satu hot thread-nya ada judul ‘Cimahi Potensi Menjadi Ikon Cyber City‘. Lalu rasa penasaran saya membawa jari tangan saya menggerakkan mouse untuk membuka thread tersebut dan membaca isinya. ‘Hmmm… nice info’, gumam saya.

Ternyata Pemkot Cimahi telah mendirikan sebuah bangunan yang diberi nama Baros Cyber  Creative Center (BC3), sebuah bangunan yang akan menjadi pusat kegiatan kreatifitas sebagai tempat kegiatan dan pelayanan yang berskala nasional maupun internasional di bidang teknologi informasi yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas dan perlengkapan IT yang lengkap dan canggih. Gedung ini akan difasilitasi ruang pelayanan publik atau ruang display informasi layanan umum dan tempat untuk mengenalkan dunia teknologi informasi kepada masyarakat, perdagangan, serta ruang penelitian dan pengembangan bidang industri telematika. Selain itu, akan disediakan pula ruang untuk Studio Research and Development bidang informatika dan telekomunikasi, fasilitas untuk tenaga ahli IT dalam melakukan penelitian, ruang komputer untuk mengakses perkembangan teknologi, ruang tempat pelatihan IT, ada juga ruangan untuk display dan simulasi multimedia (auditorium), tempat seminar, diskusi dan rapat serta ruang sarana prasarana film dan animasi.

Di Gedung Baros C3 ini pula nantinya akan dikembangkan menjadi Internet Data Centre (IDC), fasilitas penyimpanan data bagi para Internet Sevices Provider (ISP), tempat pengembangan investasi infrastruktur untuk sentral TV Kabel, fasilitas pengembangan dan produksi software untuk film dan animasi. Demikian pula tempat untuk meningkatkan akses ICT seluas-luasnya kelokasi pemukiman, fasilitas sosial dan umum, tempat pengembangan Rumah Desain dan Packaging House untuk memberikan pelayanan jasa dibidang desain kemasan dan produk kemasan yang ramah lingkungan, serta menghasilkan inovasi teknologi pengolahan dan produksi untuk usaha kecil menengah (UKM) di Kota Cimahi.

Wah, luar biasa banget kalo melihat masterplan-nya Baros C3 seperti di atas, lalu bagaimana dengan Bekasi ?. Awalnya, saya menduga BCP akan dibangun dan di design seperti Baros C3, namun ternyata dugaan saya meleset. Sesuai pengamatan saya, justru BCP merupakan tempat jual-beli elektronik, kalo boleh dibilang glodoknya Bekasi he…

Namun, meskipun Pemkot Cimahi telah selangkah lebih maju dari Pemkot Bekasi dalam urusan IT, saya masih berharap besar kepada Pemkot Bekasi untuk membuat sarana dan prasarana seperti Baros C3. Bisa saja bekerjasama dengan pengelola BCP atau Pemkot Bekasi ingin membangun sendiri dengan menggunakan APBD. Tapi kalo menurut saya untuk menghemat budget Pemkot Bekasi lebih baik bekerjasama dengan pengelola BCP untuk mengemas BCP dan men-design-nya seperti Baros C3, bahkan bisa lebih dari itu. So, tinggal tergantung Pak Walikota, saya dan blogger Bekasi (BeBlog) lainnya pasti akan mendukung.

04
Jan
10

Berkreasi dengan Nikon D5000

Berawal dari sekedar hobby jeprat-jepret pake pocket camera ternyata hasil yang didapat kurang memuaskan, akhirnya beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk membeli kamera DSLR dengan harapan bisa lebih berkreasi dan berinovasi lagi dengan hasil yang memuaskan, lalu jatuhlah pilihan saya pada Nikon D5000. Setelah beli saya mulai mencoba mengambil gambar dengan berbagai teknik, ini dia hasilnya ga bagus2 amat sih tapi cukuplah untuk taraf pemula…

Fatih with macro (1/125, f5.6, iso 200, 52mm)

Bendera setengah tiang (1/250, f8, iso 400, 29mm)

Jalanan di Bekasi (1/2, f5, iso 2000, 35mm)

Ngilerrrr… (1/60, f5.6, iso 200, 50mm)

10
Dec
09

Lomba Penulisan Blog Komunitas Blogger Bekasi

Tema : Aku Cinta Bekasi

A. JENIS DAN WAKTU LOMBA

Sosialisasi dan Pendaftaran :  15 November – 5 Februari 2010

PelaksanaanLomba : 24 November – 5 Februari 2010

Penjurian dan Polling tulisan favorit : 6 Februari 2010 – 13 Februari 2010

Pengumuman : 14 Februari 2010

Continue reading ‘Lomba Penulisan Blog Komunitas Blogger Bekasi’

23
Nov
09

Gawat, media salah tulis

 

Bahaya nih, di salah satu portal berita sang jurnalis salah tulis. Pada kolom wawancara dengan judul “demi uang PKS sebut capres” sang jurnalis salah tulis di salah satu paragraf jawaban narasumber. Lihat baris pada paragraf yang ditunjuk panah merah, tulisan ‘PKS’ berubah menjadi ‘PSK’, entah sengaja atau tidak yang jelas keduanya memiliki arti yang berbeda kutub. Gawat, kira-kira pihak PKS ada yang komplain ga ya atau pada ga mudeng ??

19
Sep
09

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

lebaran1430Ramadhan tidak lama lagi akan berlalu, masa yang penuh romansa bersamanya hanya tersisa dalam hitungan jam, beberapa saat lagi. Rutinitas selama sebulan penuh menjadi kesan yang ‘tak terlupakan, bangun di pagi hari untuk mengisi perut sebagai persiapan perjalanan 12 jam, nada syahdu dari bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan untuk menghiasi hari, kenikmatan berbuka seperti layaknya seorang musafir yang menemukan oase untuk melepaskan dahaga setelah perjalanan panjang, dan angin sejuk serta binar rembulan yang menyelimuti malam lailatul qadar, semuanya baru akan kita jumpai di tahun depan, insyaAllah.

Semoga romansa tersebut tetap memberikan makna dan membekas di relung jiwa kita sebagai lentera yang menerangi perjalanan kehidupan selama sebelas bulan mendatang. Dengannya kita bisa berjalan tanpa terjatuh, kalaupun harus terjatuh maka tidak akan terjatuh dua kali karena diri kita selalu terjaga dari keindahan fatamorgana. Diri ini selalu berada dalam kehati-hatian, menimbang dan memilah antara kebaikan dan keburukan, menjadi pribadi shalih dan selalu menyebarkan keshalihan kepada makhlukNya di muka bumi, sehingga jika Ramadhan tidak kita temui di tahun depan maka cukuplah kiranya Allah memanggil kita dalam keadaan fitri. Namun jika Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu lagi, maka romansa itu menjadi momentum untuk selalu melakukan perbaikan diri, menjadi pribadi yang muttaqin.

Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya kariim,

kullu amin wa antum bi khairin.

Maaf lahir dan bathin.

{ Imam & keluarga }

23
Aug
09

Long Road 2 the World (The End)

caesarSetelah saya mengambil keputusan untuk operasi caesar, saya pun akhirnya mengisi dan menandatangani form pengajuan untuk operasi caesar di kasir lantai dasar. Setelah selesai mengurus semua persyaratan, saya lalu kembali ke kamar bersalin dengan langkah ragu sekaligus gelisah, betapa tidak amat sangat sayang bila harus dioperasi karena sudah pembukaan 6, terlebih lagi bila memikirkan biaya yang dikeluarkan dua kali lipat lebih dari biaya melahirkan normal atau senilai 9,7 juta, tetapi karena sudah ga tega melihat istri, saya pun ‘terpaksa’ mengurus proses operasi saat itu juga.

Namun ketika saya mendekati kamar bersalin untuk menyerahkan form pengajuan operasi ke petugas kamar bersalin, tiba-tiba keluarlah salah satu bidan dan meminta saya untuk menyiapkan gurita bayi, stagen, kain dan baju istri. “Loh, memangnya istri saya sudah mau melahirkan ?” tanya saya kepada bidan tadi. Lalu sang bidan kembali berkata. “iya pa istrinya sudah pembukaan 8 sebentar lagi mau melahirkan”. Subhanallah, saya pun dengan cekatan mengambil segala perlengkapan yang dibutuhkan dan langsung masuk mendampingi istri saya untuk melahirkan secara normal. Sambil di ‘tuntun’ oleh 3 orang bidan istri saya mulai mengejan, dan beberapa waktu kemudian tiba-tiba Dr. Lina pun datang ke ruang persalinan.

gotmaleDi sinilah Allah menunjukkan kebesaran-Nya dengan memberikan pertolongan dan kemudahan kepada istri saya untuk melahirkan. Pukul 04.30 WIB perlahan istri saya berulang-ulang mengejan untuk mengeluarkan janin sambil sang bidan mendengarkan detak jantung janin dan mengecek kembali pembukaannya. Alhamdulillah, setelah dicek ternyata sudah mencapai klimaks di pembukaan 10, kemudian salah satu bidan mulai memecahkan air ketuban dengan menggunakan sebuah alat, dan… “Byurrr…”, ketuban pun akhirnya pecah. Tetapi, setelah beberapa kali mengejan sesudah air ketuban dipecahkan istri saya sempat berkata, “dokter maaf saya sepertinya sudah ngga kuat lagi”, istri saya seperti kehabisan tenaga. Namun saya terus memberi semangat, “ayo mi pasti bisa tinggal sebentar lagi, AllahuAkbar…”, kemudian istri saya seolah-olah memperoleh energi baru untuk melanjutkan proses mengejan. Sambil diberikan aba-aba oleh bidan istri saya kembali mengejan, dan beberapa saat kemudian terlihatlah rambut kepala si kecil, lalu bidan memberi aba-aba lagi kepada istri saya untuk mengejan serta memberikan motivasi, “ayo bu sudah keliatan nih rambutnya, paling 2-3 kali mengejan lagi bayinya keluar”.

“Satu…dua…tiga…”, sang bidan memberikan aba-aba lagi, kemudian istri saya menyusulnya dengan kembali mengejan. Dan….. apa yang terjadi, menjelang adzan Subuh tepat pukul 04.45 WIB di hari Senin, 17 Agustus 2009 keluarlah sesosok bayi mungil seberat 2,7 Kg dan panjang 47cm dengan selamat, sehat dan sempurna. Ya, dialah buah hati yang selama ini dinanti, sebagai manusia baru yang hadir di dunia untuk mengarungi samudera kehidupan.

Kemudian, setelah dikeluarkan dari rahim, si kecil langsung ditempatkan di dada ibunya untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). IMD bertujuan untuk merangsang keluarnya oksitosin yang penting untuk menyebabkan rahim berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi pendarahan pada ibu. Benar saja, dengan melakukan IMD plasenta yang dikeluarkan oleh Dr. Lina dari rahim istri saya pun sangat mudah, dan istri saya juga hampir tidak merasakan sakit sedikit pun karena fokus perhatiannya tertuju pada bayi mungul yang ada di dadanya. Di samping itu, sentuhan dari bayi pada saat IMD juga dinilai dapat merangsang hormon lain yang membuat ibu menjadi tenang, relaks dan mencintai bayi, serta merangsang pengaliran ASI dari payudara.

Setelah sesaat melakukan proses IMD, saya pun kemudian adzan dan iqamat di kedua telinga anak saya sembari terharu dan bersyukur hingga saya tidak sanggup lagi menahan air mata. Rasanya pagi itu menjadi pagi yang indah dalam hidup saya, “terima kasih Ya Allah, Engkau telah memberikan anugerah terindah di pagi hari ini, jadikanlah anak kami menjadi anak yang shaleh, taat kepadaMu dan RasulMu, berbakti kepada kami, dan hidupnya bermanfaat bagi makhlukMu di muka bumi ini”. Amin

DSC02869

- Abi and Ummi love ‘Fatih’ Full -

22
Aug
09

Long Road 2 the World (Part 2)

ummimels

Istri saya mulai masuk ruang rawat di kamar bersalin pada Sabtu (15/08/09) pukul 22.00 WIB setelah melakukan kontrol kandungan dan dinyatakan sudah pembukaan 1. Setelah masuk ruang rawat ternyata hingga Ahad pagi (16/08/09) istri saya juga belum naik pembukaannya sementara ada tiga orang ibu yang ingin melahirkan tanpa harus dirawat dan menunggu lama layaknya istri saya, dalam hati saya pun bergumam, “duh enak banget kalo udah lahiran ya, tenang”. Menurut Dr. Lina istri saya walaupun sudah pembukaan 1 tapi mulut rahimnya masih tebal dan belum lunak sehingga jarak ke pembukaan selanjutnya lumayan cukup lama tidak seperti yang pada umumnya hanya berselang 2-3 jam, maklum melahirkan anak pertama memang demikian problematikanya.

Kemudian setelah tidak kunjung menunjukkan perkembangan yang signifikan, akhirnya istri saya di induksi atau dirangsang melalui infuse agar kontraksinya lebih sering lagi dan naik pembukaannya. Namun setelah di infus hingga Ahad siang, ternyata istri saya juga tidak merasakan kontraksi seperti yang diharapkan justru sepertinya biasa-biasa saja, entah cairan infusnya yang kurang sakti atau istri saya yang memang ‘kebal’ hee…

Waktu pun terus berputar hingga jam menunjukkan pukul 19.00 WIB belum ada tanda-tanda naiknya pembukaan dan indikasi melahirkan. Infus tidak memberikan pengaruh apa-apa, padahal biasanya ibu yang di induksi melalui infus sudah langsung menunjukkan reaksi berupa kontraksi atau mules-mules sehingga mempercepat pembukaan. Bidan pun menelpon Dr. Lina untuk menanyakan tindakan apa yang dapat diberikan kepada istri saya, dan ternyata Dr. Lina menyarankan untuk dirangsang menggunakan balon yang diisi air (sebuah selang elastis yang biasa disebut balon untuk merangsang kontraksi) yang kemudian dimasukkan kedalam leher rahim. Balon pun meluncur memasuki ‘terowongan’ pada pukul 19.15 WIB, dan tidak lama setelah dipasang ternyata istri saya menunjukkan reaksi yang sangat cepat. Istri saya merasakan kontraksi disertai rasa sakit yang luar biasa di area perut hingga pinggul bagian belakang. Miris melihat istri yang kesakitan begitu tanpa bisa berbuat apa-apa, paling-paling hanya mengusap-usap pinggul bagian belakangnya. Setelah 1 jam dipasang balon istri saya tidak kuat lagi menahan sakit dan minta untuk dilepas. Akhirnya pukul 20.15 WIB balon pun dilepas, kemudian istri saya kembali dicek pembukaannya dan alhamdulillah pembukaannya meningkat ke pembukaan 3, tetapi setelah dilepas istri saya bukannya berkurang sakitnya justru makin merintih kesakitan.

“Duh ngga tega juga melihat istri yang merintih kesakitan” dalam hati saya berkata. Ya sudah saya berikangrafik_kontraksi motivasi aja sambil terus berdzikir. Tapi karena sakit yang memang ngga bisa ditahan istri saya pun berbisik ke telinga saya, “mas umi udah ngga kuat nahan sakit nih”, dan saya pun cuma bisa memberikan semangat, “sabar aja ya mi, insyaAllah ga lama lagi ko”. Lalu, kira-kira 1 jam kemudian pada pukul 21.30 WIB istri saya kembali dicek pembukaannya, dan alhamdulillah ternyata istri saya sudah pembukaan 5. Senang juga saya mendengar sang bidan menyebutkan bahwa istri saya sudah pembukaan 5, tetapi istri saya masih terus-terusan merintih kesakitan dan justru semakin menjerit.

Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB, saya masih mendampingi istri yang menjerit kesakitan. Istri saya sepertinya sudah kehabisan tenaga untuk bisa melahirkan normal, maklum dari sejak dirawat di kamar bersalin istri saya tidak bisa tidur sehingga tidak ada tenaga yang terkumpul, terlebih makanan yang diberikan rumah sakit tidak dimakan semua hanya 1-2 suap saja. Akhirnya istri saya mulai menyerah dengan rasa sakit yang tidak pernah dibayangkannya dan meminta untuk dilahirkan dengan operasi Caesar. Berkali-kali istri saya meminta untuk operasi saja tapi saya selalu bilang, “tanggung mi udah pembukaan 5 paling ga lama lagi”, lalu dengan nada yang sayu istri saya berkata, “mas sih ga tau sakitnya kaya apa, udah mas bilang dokternya umi minta dioperasi aja”. Sebenernya saya dilematis membiarkan istri merintih menahan rasa sakit karena kalau mau dioperasi tanggung sudah pembukaan 5 tapi disisi lain istri saya sudah tidak kuat lagi dan tenaganya pun sudah habis sehingga dikhawatirkan tidak bisa melahirkan secara normal. Tapi bidan selalu bilang ke saya, “memang sayang pa kalau mau di operasi paling-paling besok Senin subuh (17/08/09) sudah melahirkan”, saya pun termakan oleh perkataan sang bidan dan harus rela membiarkan istri menahan sakit karena saya pikir memang melahirkan sakit (kata orang tua dulu) dan itulah seninya, tapi kalau sudah lahir normal kebahagiaannya sungguh luar biasa dan rasa sakitnya pun akan lenyap.

Hingga waktu menunjukkan pukul 04.15 WIB di Senin pagi (17/08/09), istri saya masih tidak bisa tidur karena menahan sakit dan terus meminta untuk dioperasi saja, tetapi pembukaannya sudah beranjak naik ke pembukaan 6. Semakin ada tanda-tanda kemajuan untuk bisa melahirkan normal, tetapi istri saya dengan pasrah berkata, “percuma mas kalau pun mau menunggu hingga lahir normal umi ga akan punya tenaga untuk bisa ngeluarin dede nantinya”. Duh makin resah aja saya, bingung harus mengambil keputusan apa. Akhirnya saya mengambil keputusan agar istri saya melahirkan caesar karena saya sudah ga tega melihat istri yang meraung kesakitan.

Bersambung ke Long Road 2 the World (Part 3, End)

20
Aug
09

Long Road 2 The World (Part 1)

lr2tw1lr2tw1 Akhirnya saya punya kesempatan juga untuk update blog, sebenarnya saya ingin update ditanggal 17 Agustus yang lalu karena pada tanggal tersebut saya telah dianugerahi seorang keturunan yang sudah lama saya nantikan.

Putera pertama saya telah lahir pada hari Senin, 17 Agustus 2009 pukul 04.45 WIB melalui proses persalinan normal. Awalnya, pada hari Sabtu (15/08/09) pukul 17.00 WIB saya dan istri melakukan kontrol kandungan rutin ke RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat dengan Dr Lina Meilina, SPOG dan setelah mendaftar istri saya mendapat nomor urut pasien ke 27. Ketika itu, nomor urutnya baru nomor 3 sehingga saya dan istri harus menunggu kira-kira 3 jam lebih, sambil menunggu saya shalat Magrib dan Isya terlebih dahulu. Kemudian, seusai shalat Isya kami pun menunggu di waiting room dan saat itu pula istri saya mulai merasakan kontraksi secara periodik 5 menit sekali. Katanya sih kalau mau melahirkan kontraksinya sudah sering bisa sampai 2 menit sekali. Saya pun dengan spontan berkata kepada istri “nah lo jangan-jangan udah tanda-tanda tuh mi”, celetuk saya.

Waktu pun terus bergulir hingga akhirnya counter menunjukkan nomor urut 26, kami pun bersiap-siap untuk dipanggil karena tinggal 1 nomor lagi. Namun, setelah pasien nomor urut 26 selesai, istri saya tidak juga dipanggil justru sang suster memberitahukan bahwa Dr. Lina Meilina sedang mengambil tindakan karena ada pasiennya yang hendak melahirkan. Kami pun tidak bisa berbuat banyak dan hanya dapat kembali menunggu. Tidak lama kemudian akhirnya istri saya dipanggil dan saya pun mendampinginya masuk. Saat di USG oleh Dr. Lina, ternyata janin yang ada dirahim istri saya sangat aktif sehingga sulit untuk melihat tubuh si kecil secara jelas, hanya usia dan berat badannya saja yang dapat dideteksi melalui USG yakni 38 minggu 4 hari dengan berat 2,9 Kg. Kemudian istri saya dicek pembukaannya dan ternyata istri sudah pembukaan satu dan sudah mulai sering kontraksi, maka Dr. Lina memutuskan bahwa istri saya harus dirawat di kamar bersalin karena menurut perkiraan Dr. Lina istri saya ada kemungkinan melahirkan malam ini atau esok hari, dan akhirnya istri saya pun dirawat malam itu juga.

Bersambung ke Long Road 2 the World (part 2)……

29
Jul
09

Blade tenis meja baru saya

Blade Olahraga tenis meja merupakan hobi saya dari  kecil dan hingga saat ini pun saya masih tetap  terus melakukan aktivitas olahraga yang satu  ini. Walaupun saat ini menjadi panitia pengadaan  barang dan jasa di kantor cukup banyak menyita  waktu, namun untuk tenis meja saya berusaha  meluangkan waktu untuk latihan setiap hari Sabtu  di PTM Nusantara Bekasi Timur.

Dua hari yang lalu saya baru membeli raket (atau  yang lebih familiar disebut bet) tenis meja yang  baru. Maklum baru terkumpul budgetnya jadi  langsung aja saya belikan bet baru, malu kalo  harus pinjem terus karena yang lama sudah ga  layak pakai he…

Untuk kayunya saya menggunakan merk Dawei,  kemudian untuk karetnya saya menggunakan karet  hitam merk Yasaka Mark V-AD dan untuk yang warna  merahnya saya memakai merk Palio C-8000. Setelah saya  uji coba kemarin hasilnya cukup memuaskan, untuk  offense dan deffense pun cukup baik. Namun kalau  menurut saya karet Yasaka yang saya gunakan  lebih cocok untuk spin, kalau untuk smash masih  kurang powernya. Tapi bagi saya sudah cukup  tinggal saya atur aja gaya permainan saya dengan  menggunakan bet baru ini. Hayo siapa yang mau ikut latihan ???




Jumlah tamu

  • 9,511 Orang

 

February 2010
S M T W T F S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Mata-mata

Berhenti sejenak…

Perjalanan kehidupan bukan untuk terus ditapaki, tetapi sesekali cobalah berhenti sejenak untuk meresapi yang telah terjadi dan berusaha mengisi energi untuk perjalanan kehidupan selanjutnya... -St. Marajo-

Categories

Arsip Tulisan

Members of :

Indonesian Muslim Blogger
Photobucket

Komunitas Blogger Bekasi

For remember :

"Indonesians’
Stop Bugil

Enjoy your life with blog !

Bloglink

Personal Blogs - Blog Top Sites
Free Shoutbox Technology Pioneer

My Images













More Photos

Your IP Address

Kirim Email

Jadual Shalat